Minggu, 24 Juni 2012

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana




Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
For vieny, welcome to your husband’s heart.
*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.

Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002


Tips Strategi Belajar Yang Baik





Sudah belajar mati-matian, tapi nilai ujian masih aja tetap memprihatinkan? itu berarti kamu perlu setrategi belajar yang baru, untuk mendongkrak nilai mu. Dengan semboyan "study smart, not hard", kamu pasti bisa mencapai sukses dalam belajar. Belajar itu tak perlu ribet kok, yang perlu kamu lakukan hanya atur strategi yang oke. Tips dibawah ini mungkin bisa sedikit membantu mu dalam belajar.

Strategi 1 : Atur Jadwal
Buatlah jadwal belajar dengan detail. Jadwal belajar yang baik, tidak hanya diisi dengan belajar, tapi juga harus ada jadwal istirahat nya. Biar ingat jadwal nya, tempel di tempat yang sering kamu lihat dan kontrol diri untuk selalu mematuhinya.

Strategi 2 : Atur Suasana
Suasana juga sangat menunjang dalam belajar kamu. Untuk itu, atur suasana tempat belajar yang tenang dan nyaman. Pilih posisi belajar yang tidak terlalu dekat maupun terlalu jauh dengan lampu, dan singkirkan semua barang yang nggak penting karena itu bisa mengganggu konsentrasi kamu.

Strategi 3 : Baca Sekilas
Sebelum menghafal yang perlu dipelajari, terlebih dahulu kamu baca sekilas buku catatan atau buku pelajaran kamu. Beri tanda pada bagian yang penting, baru membacanya lagi dan mulai menghafal bahan pelajaran yang penting. Bagi kamu yang suka membaca dengan suara, coba kamu baca dengan suara keras agar kamu mudah mengingatnya.

Strategi 4 : Usir Stress
Stres dalam belajar pasti bikin kamu bete dan itu bisa saja terjadi. Tapi jangan khawatir, kamu bisa usir stres dengan berhenti belajar sejenak. Kalau kamu sudah merasa sulit untuk konsenstrasi, lelah dan cepat lupa, segera lakukan pertolongan pertama, yaitu dengan rileks. Letakkan buku dan segera lakukan hal yang menyenangkan dan bebaskan pikiranmu. Bisa dengan nonton TV, mandi atau nelpon sahabat kamu (tapi jangan bahas pelajaran). Jangan lupa ingat waktu dan beri batas antara 15-30 menit buat acara relaksasi. Awas, gawat kalau kelamaan, nanti jadi lupa belajar lagi deh. Selain rileks, ubah cara pandang kamu terhadap diri sendiri. Daripada berpikir negatif dan pesimis, coba deh bilang beberapa kali "Aku Pasti Bisa !". Setelah kamu selesai mempelajari satu bab, kamu bisa keluar sebentar untuk ambil cemilan atau bermain dengan binatang peliharaan mu.

Strategi 5 : Buat Tanya-Jawab Sendiri
Buat pertanyaan dan jawab sendiri tanpa melihat buku. Ini melatih otak kamu selama menghafal tadi. Biasanya di akhir bab atau soal-soal yang diberikan gurumu ada pertanyaan nya, coba kamu menjawabnya. Dengan begitu kamu bisa mengukur apakah kamu sudah menguasai bahan tersebut atau belum.

Strategi 6 : Baca Ulang
Semua bahan yang sudah dipelajari, terutama bagian atau rumus penting yang sudah kamu tandai tadi, baca berulang kali. Kalau perlu buat rangkuman di selembar kertas supaya kamu bisa membacanya di mana saja. Sesaat setelah kamu bangun tidur pada pagi hari, baca lagi point penting yang sudah kamu pelajari, karena saat itu adalah saat yang paling baik untuk mengingat nya.

Gimana guys, setrategi belajar nya oke kan? Kamu bisa mencoba tips-tips diatas,dijamin belajar kamu akan semakin asyik. Jangan lupa istirahat yang cukup untuk memulihkan energi mu. Jangan sekali-kali belajar dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam), karena belajar mu nggak akan berguna kalau terlalu lelah saat ujian nanti. Selamat mencoba ya!
" Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak "

Source: .zona-remaja

Biodata Profil Daniel Pedrosa




Biodata Profil Daniel Pedrosa - Foto Daniel Pedrosa - MotoGp

Setelah pada postingan sebelumnya saya ulas Biodata Profil Jorge Lorenzo, kali ini saya akan mencoba mengulas Biodata Profil Daniel Pedrosa - Foto Daniel Pedrosa. Nah, untuk anda yang mungkin salah satu penggemar Daniel Pedrosa, berikut di bawah ini saya siapkan Biodata lengkapnya.

Daniel Pedrosa adalah pembalap, MotoGp yang sekarang menukani Repsol Honda. Pembalap muda asal Portugal ini mempunyai kejelian dan kesabaran dalam upaya balapannya. Mungkin anda sedang penasaran dengan Profil Daniel Pedrosa.

Berikut adalah Profil Daniel Pedrosa :

Nama lengkap : Daniel Pedrosa
Nama populer : Dani Pedrosa
Tanggal lahir : 29 September 1985
Tempat lahir : Sabadel, Spanyol
Team : Repsol Honda

Karier Awal
Daniel Pedrosa memulai debut profesionalnya dengan ajang grandprix motor pada tahun 2001 di kelas GP 125 cc bersama team Telefonica Movista Honda JR dan berhasil meraih posisi ke 8 klasemen akhir.

Prestasi selanjutnya di tahun 2002 dalam ajang balapan yang sama ia berhasil menunjukan kemampuannya dengan meraih Juara 3 Dunia GP 125 cc dengan team yang sama. Profil Daniel Pedrosa

Pada musim balap tahun 2003 dengan team Telefonica Movista Honda JR, Dani Pedrosa berhasil menjadi Juara Dunia GP 125 cc dengan raihan poin 223. Berlanjut ke Tahun 2004 dia pindah ke kelas 250 cc dan tanpa butuh proses lama pada tahun tersebut berhasil menjadi Juara Dunia GP 250 cc.

Prestasi ini diulangi kembali di Tahun 2005 dengan tetap meraih Juara Dunia GP 250 cc. Tanpa ada halangan lagi di Tahun berikutnya, di Tahun 2006 dia pindah ke ajang MotoGP dengan bendera Repsol Honda.

Nah itulah Biodata Profil Daniel Pedrosa - Foto Daniel Pedrosa - MotoGp. sebuah informasi terbaru dari postingan kami. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda, terlebih untuk anda yang memang penggemar MotoGp.


Biodata Profil Casey Stoner





Biodata Profil Casey Stoner - Casey Stoner - Foto Casey Stoner - Riwayat Hidup Casey Stoner - MotoGp

Sebelumnya, untuk sekedar tambahan saja saya informasikan bahwa anda juga bisa mendapatkan Biodata Profile pembalap MotoGp yang lainnya pada postingan sebelumnya melalui link berikut dibawah ini:
 
Casey Stoner pembalap moto gp yang berasal dari negara Australia. Casey Stoner memulai debut balapnya di umur enam tahun. Bakat balap Stoner sudah sangat terlihat sejak kecil, terbukti dengan sering ikutnya Stoner dalam acara balapan meskipun hanya balapan amatir. Dan sejak saat itu kemampuan balap stoner berkembang hingga menjadi bintang Sirkuit sampai saat ini.

Di bawah ini adalah Profil Casey Stoner :

Nama : Casey Stoner
Lahir : 16 oktober 1985, New South Wales, Australia
Asal : Australia
Julukan : Kurri-kurri BOY
Weight : 58 kg
Height : 171 cm

Pada tahun 1993, keluarga Stoner kemudian pindah dari Southport menuju ke Kurri Kurri di New South Wales dalam upayanya mendukung upaya dan semangat Stoner kecil dalam mengikuti balapan.

Casey Stoner juga sempat bersekolah sampai usianya 12 tahun sebelum kemudian keluar dan lebih memilih untuk home schooling di tahun 1997. Pada 1999, setelah melihat peluang besar bagi Stoner untuk berkarir sebagai pembalap, keluarga ini memutuskan untuk pindah ke Inggris.

Di sana mereka sempat dilanda kebingungan karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya sewa dan pajak apartemen dan terpaksa tinggal dalam sebuah karavan.

Saat ini Casey Stoner tinggal di Monte Carlo, Monako, dimana keluarganya masih sering pulang pergi Australia-Inggris-Monako. Stoner sendiri sempat menyebutkan bahwa hanya dalam satu kali setahun ia bisa pulang ke tanah kelahiran di Australia, yaitu saat berlangsungnya balapan MotoGP Australia.

Perubahan team yang terjadi di tahun 2011, Casey Stoner mumulai karir baru bersama team Honda dengan motor barunya RC212V untuk bersaing dengan pembalap lainnya. setelah meniti karir melalui kelas 125cc dan 250cc dengan cacatan yang cemerlang. setelah berhasil menaiki peringkat dikelas motoGp bersama team Ducati tahun 2007 dan berhasil menjadi juara Dunia pada tahun tersebut.

Kini dimusim 2011 Stoner dengan menggantikan pembalap legenda hidup Valentino Rossi, sementara di Honda sendiri Stoner akan ditemani Pedrosa dan Dovizioso.

Pada sesi tes musim dingin bersama Honda, Stoner langsung menggebrak dengan meraih posisi kedua tercepat. Dalam debut resminya bersama Repsol Honda di seri balapan Qatar, Stoner langsung menggebrak dengan meraih kemenangan perdananya. Sayang di seri berikutnya di Spanyol ia kandas akibat kesalahan manuver Valentino Rossi. Usai finis ketiga di Portugal, Stoner kembali menang di Perancis.

Nah itulah Biodata Profil Casey Stoner - Casey Stoner - Foto Casey Stoner - Riwayat Hidup Casey Stoner - MotoGp, Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda, terutama untuk anda yang menggemari MotoGp, dan anda yang merupakan penggemar/fans Casey Stoner.